Atasi White Spot Virus pada Udang untuk Menghindari Kerugian Panen

Written by | Kesehatan Tambak

Udang putih atau udang vannamei adalah salah satu sumber daya ikan yang seringkali juga saat penambakannya harus mengetahui cara menghindari penyakit White Spot pada udang Vannamei. Udang vannamei sendiri merupakan spesies yang berasal dari perairan Amerika Tengah dan juga merupakan spesies asli dari sana. Di Indonesia sendiri, udang putih tersebut mulai dilakukan budidayanya pada sekitar tahun 2000.

Namun, serangan kegagalan tentunya akan selalu menghampiri setiap usaha yang dilakukan, tidak terkecuali dengan usaha budidaya tambak udang ini. Kegagalan tersebut terjadi dengan adanya serangan white spot atau penyakit bintik putih. Meskipun demikian, udang vannamei ini merupakan salah satu jenis yang diminati oleh para pengusaha tambak karena masih tergolong tahan terhadap penyakit dan juga cepat untuk tumbuh. Hal ini dikarenakan masa untuk memelihara udang hanya berkisar antara seratus hingga seratus sepuluh hari. Dengan kata lain, masa tersebut terbilang cukup singkat, karena dapat panen tiga hingga empat bulan pada setiap tahunnya.

Budidaya udang vannamei, mulai dari pemeliharaan hingga mengatasi bintik putih

Pada umumnya, udang vannamei ini dilakukan budidayanya baik secara intenssif maupun juga semi intensif khususnya di indonnesia. Namun beberapa kajian juga mengatakan jika memproduksi udang ini bisa dilakukan secara tradisional. Setiap kali panen juga cukup besar dengan kualitasnya yang membuat udang vannamei ini memiliki harga yang cukup tinggi setiap per kilogram nya.
Namun, white spot atau bintik putih menjadi salah stau penghalang atau biang kerok yang menyebabkan kegagalan dari panen udang tersebut. Penyakit tersebut seringkali menyerang udang yang ditambak tersebut. Selain itu juga, serangan dari bintik putih cukup cepat dan dalam waktu yang juga singkat, bahkan hanya beberapa jam saja bisa membuat udang-udang yang akan dipanen mati. Penyakit yang berasal dari virus ini dimiliki oleh inang seperti halnya udang liar dan juga kepiting.

Adapun untuk mengetahui virus white spot ini menyerang yaitu;

  • Udang akan berenang namun tidak teratur di permukaan, sehingga akan mudah menabrak tanggul misalnya dan akan langsung mati.
  • Tentunya, nama white spot sendiri bukan tanpa alasan karena pada bagian cangkang udang akan ditemukan bintik putuh yang hampir mirip dengan panu. Bintik tersebut juga akan sulit untuk hilang bahkan jika dicoba menggoresnya dengan kuku.
  • Udang akan akan sering naik khususnya saat panas atau turun hujan, seperti halnya sedang stres akan perubahan lingkungan tersebut.

Virus dari white spot sendiri memang terbilang sulit untuk diobati, selain dengan cara menanggulanginya yang benar. Pertama tentunya dengan melakukan minimalisir inang virusnya yaitu kepiting dan juga udang liar agar jangan sampai masuk ke dalam tambak udang vinnamei. Kemudian menggunakan filter air dengan rangkap dua hingga tiga bisa membantu dalam menghindari virus tersebut sehingga harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati agar jangan sampai ada inang irus yang ikut terbawa masuk.

Selain dari penyakit white spot atau bintik putih, beberapa penyakit lainnya juga memberikan resiko untuk menyerang udang, di antaranya yaitu;

  • Black Spot atau bintik hitam bisa memberikan penyakit untuk udang karena berasal dari kotoran udnag yang tidak ditangani atau dibersihkan secepatnya.
  • Insang merah adalah adanya warna pucat merah yang terletak di sekitar insang udang yang meskipun kematiannya tidak secepat bintik putih namun bisa membuat udang mati sekaligus juga mencemari lahan udangnya.

Itulah cara menghindari penyakit White Spot pada udang Vannamei karena tidak bisa diobati, maka melakukan pencegahan merupakan cara ampuh agar udang tetap bertahan dan berkualitas baik hingga datang masa panennya.

Last modified: June 7, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *