Mengamati Kualitas Air

Written by | Kesehatan Tambak

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk monitoring kualitas air yang terdapat di sungai, danau, atau tambak, cara yang digunakan bisa melalui kimiawi, biologi, ataupun secara fisik. Hal – hal yang perlu diperhatikan saat mengamati dan monitoring kualitas air yaitu dengan mengamati suhu, muatan, sedimen, kecepatan aliran, ukuran batuan, kekeruhan, warna, bau, keadaan pepohonan atau kanopi dan jenis – jenis vegetasi disekitar sungai. hal – hal ini merupakan suatu parameter yang dapat digunakan untuk mengetahui kualitas air baik fisik, kimia, dan biologi.

Lalu bagaimana cara mengamati kualitas air?, berikut caranya:

  • Suhu
    Perkembangbiakan dan kehidupan sangat dipengaruhi oleh suhu, suhu merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi proses – proses biologi dan kimia yang terjadi dalam air, karena hal itulah, suhu sangat berpengaruh pada  kehidupan yang ada dalam air.Laju metabolisme, proses fotosintesis, kandungan oksigen, kepekaan organisme terhadap polusi, parasit dan penyakit sangat dipengaruhi oleh suhu. Jika kapasitas oksigen terlarut kurang, maka air bisa menjadi hangat, oleh karena hal itulah pengukuran oksigen terlarut harus dilakukan pada tempat yang sama dengan pengukuran suhu. Biasanya suhu air bervariasi antar kedalaman air di sungai, danau atau pun yang lain sebagainya.
  • Lebar, Kedalaman, dan Kecepatan Aliran Sungai
    Karakter fisik, kima, dan biologi sungai sangat dipengaruhi oleh lebar dan kedalaman sungai, karena contohnya saja, sungai yang lebar dan dangkal akan mendapat cahaya lebih banyak sehingga suhu air akan lebih mudah naik.Kecepatan sungai pun dipengaruhi oleh lebar dan kedalaman sungai, sungai yang dalam dan lebar memiliki kecepatan aliran yang lebih besar.
  • Kanopi Sungai
    Kanopi sungai merupakan salah satu hal penting yang dapat mempengaruhi kualitas air di sungai. Jika vegetasi yang menaungi sungai masih banyak dan menghalangi cahaya matahari, maka hal ini dapat menyebabkan suhu air menjadi tetap dingin dan terjaga, selain itu, input nutrisinya pun lebih tinggi. Banyaknya pohon di sekitaran sungai dapat menstabilkan tebing sungai sehingga di daerah sungai tidak mudah terjadi erosi.
  • Ukuran Batuan di Dasar Sungai
    Aliran atau kecepatan air sangat mempengaruhi ukuran batu di dasar sungai. Batu – batu yang berukuran besar dan kecil dapat meningkatkan turbulensi aliran airnya, sehingga kandungan oksigen dalam air dapat meningkat. Organisme yang hidup di dalamnya pun dipengaruhi oleh ukuran – ukuran batu yang terdapat di dasar sungai.
  • Kekeruhan
    Jika terlalu banyak bahan – bahan terlarut dalam air sungai, misalkan saja seperti lumpur, limbah, ganggang (alga),  detritus dan bahan kotoran – kotoran lainnya dapat mengakibatkan air sungai9 menjadi keruh, sehingga pasokan cahaya matahari ke permukaan air akan berkurang dan mengakibatkan menurunnya proses fotosintesis oleh tumbuhan air.
    Suplai oksigen yang diberikan oleh tumbuhan dari proses fotosintesis akan berkurang. selain itu, bahan – bahan terlarut dari dalam air pun dapat mengakibatkan peningkatan suhu, sehingga jumlah oksigen terlarut dalam air akan berkurang.
  • Total Bahan Terlarut
    Jika konsentrasi bahan terlarut rendah, maka hal ini dapat mengakibatkan pertumbuhan organisme dalam air terhambat karena pasokan nutrisi yang kurang. pengukuran total bahan terlarut sangat diperlukan untuk menguji kualitas air. Namun, jika konsentrasinya terlalu tinggi pun itu berbahaya  karena dapat menyebabkan matinya jenis – jenis organisme dalam air.

Itulah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas air atau cara monitoring kualitas air, semoga bermanfaat bagi anda.

Last modified: June 7, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *