Mengantisipasi Penyakit WFD Pada Udang

Written by | Kesehatan Tambak

Bagi kalian yang seorang pembudidaya udang, mungkin saat ini sangat dibingungkan dengan istilah dan masalah penyakit “Berak Putih”, karena selain dengan belum diketahui seluk beluknya, hal ini sangat meresahkan para pembudidaya udang. White Feces Disease atau WFD merupakan sebuah penyakit yang menyerang hepatopankreas, usus, Dan hemolimp udang, udang yang terserang penyakit ini ditemukan bakteri Vibrio Parahaemolyticus dan vibrio algynoliticus, meskipun bakteri vibrio ini memang sudah ada pada tubuh udang, namun,  sangat banyak ditemukan bakteri vibrio ini bagi udang yang sakit.

Meskipun penyakit ini masih belum diketahui asal – usulnya, namun para ilmuwan beranggapan bahwa Vibrio yang berada pada tubuh udang berubah menjadi pathogen yang mendominasi lingkungan dan masuk melalui media air dan makanan yang dimakan oleh udang.

Serangan biasanya terjadi pada tambak yang mengalami perubahan warna air secara mendadak, sebelum WFD menyerang, biasanya warna hijau menandakan dominasi plankton jenis Chlorophyceae, dan jika peerubahan warna terjadi kearah biru, maka ini akan sangat membahayakan udang karena pendominasian oleh BGA atau Blue Green Algae, selain itu, perubahan pun bisa terjadi ke warna coklat tua kemerahan yang diakibatkan Dinoflagellata dan mikro organisme lain yang terjadi di tambak.

Selain dengan Mikroorganisme, kadar senyawa nitrogen, dan phosphor pun mempengaruhi keadaan tambak. Ketika fluktuasi kadar oksigen larut dan pH meninggi dan melebar, ini menyebabkan udang kehilangan nafsu makan sehingga jumlah bakteri vibrio meningkat, terjadilah keputihan dan tubuh udang menjadi kaku, sehingga ketika populasi Vibrio meledak, ini menyebabkan udang sangat mudah terinfeksi sehingga timbulah WFD.

Manajemen air dan lumpur tambak untuk mengantisipasi WFD sangat diperlukan agar tidak muncul lagi BGA. Jika di tambak yang di kelola terdapat banyak kista BGA, ini bisa jadi salah satu hal yang menyebabkan WFD. Ahli – ahli mengatakan bahwa kasus terjadinya WFD ini diawali oleh salinitas air tambak 3 – 5 permil, Kepadatan udang yang tinggi, Sisa pakan tinggi, Dan suhu lebih dari 320C. Dan ketika oksigen terlarut kurang dari 3 mg/l (ppm) dan alkalinitas yang kurang dari 80 mg/l maka angka kematian udang meninggi. Hal inilah yang mengakibatkan feces berwarna putih melayang di permukaan air tambak dan menyebabkan WFD.

Penanganan BGA sangat diperlukan untuk mengurangi resiko terjadinya WFD, Biasanya para pembudidaya udang menggunakan HCL untuk membunuh kista BGA pada saat persiapan tambak, anda tidak bisa menggunakan klorin dikarenakan kista ini terbuat dari karbonat, dan hanya bisa dilewati oleh asam seperti HCL.

Meskipun bisa disebut BGA penyebab terjadinya WFD, namun hingga saat ini, Penyebab WFD masih belum diketahui, perlu dilakukan riset dan pengalaman untuk mengurangi resiko ini terjadi, yaitu:

  1. Meningkatkan kualitas tambak
  2. Menurunkan padat tebar udang
  3. Menyediakan luasan tambak
  4. Menggunakan probiotik selektif

Cara – cara di atas bisa digunakan untuk menekan pertumbuhan bakteri Vibrio.
Kondisi tambak itu sendirilah yang sangat mempengaruhi terjadi munculnya WFD, sebagai pengelola, sebaiknya Anda merencanakan apa yang diinginkan, sehingga usaha pencegahan munculnya hal – hal yang tidak dinginkan bisa dilakukan lebih dini. Kestabilan air dan lain sebagainya harus sangat Anda pehatikan.

Biasanya orang – orang di Indonesia berfikir reaktif, yaitu melakukajn sesuatu setelah kejadian, bukan melakukan tindak pencegahan. Pencegahan terjadinya WFD ini bisa dilakukan dengan menggunakan obat – obatan dan probiotik.

Last modified: July 6, 2017

2 Responses to :
Mengantisipasi Penyakit WFD Pada Udang

  1. myhipom.com says:

    Thanks to the terrific guide

  2. post says:

    Thanks for the excellent manual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *