Meningkatkan Produksi Tambak Melalui Plastik Kolam

Written by | Peralatan

Meningkatkan Produksi Tambak Melalui Plastik Kolam

Plastik kolam untuk meningkatkan produksi tambak. Hal ini menjadi pembahasan menarik bagi petani tambak udang. Membahas tambak udang, Indonesia merupakan negara maritim yang kaya akan hasil lautnya. Tidak heran, jika budidaya udang menjadi satu alternatif untuk memutarkan roda perekonomian. Namun dalam hal memanfaatkan udang untuk menambah pundi-pundi perekonomian belum cukup jika belum tahu berbagai strategi dalam membudidayakan udang.

Salah satu strategi budidaya udang atau usaha tambak udang yang wajib diperhatikan ialah terkait cara meningkatkan produksi tambak udang melalui adanya plastik kolam. Plastik kolam untuk meningkatkan produksi tambak udang itu sendiri memiliki beberapa pilihan atau alternatif metode dalam pemasangannya, seperti di antaranya:

  • Pemasangan plastik secara menyeluruh pada semua bagian kolam tanpa terkecuali.
  • Pemasangan plastik hanya pada lereng tambak.
  • Pemasangan plastik pada lereng dan tanggul tambak.

Penggunaan plastik di dalam tambak udang ini dapat dipakai untuk dua kali atau dua periode budidaya udang. Asalkan, dengan catatan bahwa kerusakan dapat diminimalisir sekecil mungkin saat proses budidaya berlangsung.

Adapun lima langkah yang tak kalah mesti dikuasai oleh para petani tambak udang dalam hal pemasangan plastik kolam untuk meningkatkan produksi tambak, ialah sebagai berikut:

  • Dibutuhkan sekitar 8 orang untuk memasang plastik pada tambak dengan luas sekitar 1 hektar. Adapun langkah-langkahnya adalah, pertama kaitkan ujung plastik pada pasak penjepit plastik yang sudah ditempatkan pada sudut atau sisi yang telah ditentukan.
  • Setelah seluruh sisi tambak tertutup rapat dengan plastik, selanjutnya adalah memastikan kembali bahwa seluruh bagian tambak sudah tertutup dengan rapi dan rapat. Jika sudah terpastikan, pada bagian tengah dijepit oleh bilah bambu yang utuh serta dikuatkan dengan pasak penjepit wujud U.
  • Langkah selanjutnya adalah pengisian air ke dalam tambak yang sudah terlapisi dengan plastik. Air yang masuk dan mengisi tambak ini merupakan air yang sudah disaring atau dipilah sehingga berbagai kandungan yang tidak dibutuhkan bisa terseleksi dengan sendirinya sebelum memasuki tambak udang.
  • Selanjutnya yang menjadi langkah penting para petani tambak udang adalah proses sterilisasi air. Pada langkah ini air yang mengisi tambak udang didiamkan selama tiga hari untuk menghindarkan berkembangbiaknya telur ikan liar di dalam tambak. Langkah sterilisasi air ini dilakukan dengan memanfaatkan kaporit pada air. Dalam tiga hari masa sterilisasi, air akan berubah warna menjadi bening karena telur-telur ikan liar tersebut otomatis mati.
  • Terakhir, adalah langkah yang merupakan pembenahan kualitas air. Pada langkah pembenahan kualitas air ini, hal yang dilakukan adalah mengembalikan kesuburan air setelah dikontaminasi oleh kaporit. Yang harus dilakukan oleh petani tambak udang ialah dengan memberikan plankton dari fermentasi yang dilakukan. Adaun berbagai bahan yang perlu diperhatikan saat melakukan fermentasi adalah bekatul, gula jawa berbentuk cair, ragi, pakan, dan dukungan obat lainnya. Tanda-tanda bahwa air di dalam tambak sudah mengandung plankton ialah warna air akan berubah menjadi kehijauan.

Demikian lima langkah penting terkait plastik kolam untuk meningkatkan produksi tambak yang patut diketahui dan direalisasikan oleh para petani tambak udang. Peranan plastik kolam untuk meningkatkan produksi tambak udang menjadi hal penting yang mesti diperhatikan sebab berpengaruh pada hasil budidaya udang itu sendiri. Oleh sebab itu, berbagai hal di atas jelas penting bagi para petani tambak udang.

Last modified: June 7, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *