Penyakit Udang Terkini

Written by | Kesehatan Tambak

Produksi udang tahun 2017 ini diperkirakan akan menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini disebabkan banyaknya tambak yang tutup pada akhir tahun 2016 dikarenakan terserang penyakit, terutama White Feces Disease (WFD).

White Feces Disease (WFD) pertama kali ditemukan pada tahun 2014, dugaan penyebab penyakit ini adalah dominiasi bakteri vibrio dalam organ pencernaan (lambung, hepatopankreas dan usus). Serangan WFD menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi petambak karena menyebabkan kematian populasi hingga 90%. Minimnya pengetahuan petambak akan penyakit ini disertai buruknya manajemen kesehatan tambak, menjadi salah satu faktor tingginya kejadian wabah WFD di tahun 2016.

Selain WFD, penyakit lain yang cukup meresahkan adalah Hepatopancreatic Microsporidiasi (HPM). Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit microsprodia, Enterocytozoon hepatopenaei (EHP). Infeksi EHP juga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar, walaupun tidak menyebabkan kematian yang tinggi namun infeksi EHP membuat pertumbuhan udang menjadi terhambat. Pengobatan terhadapa infeksi EHP tidak efektif untuk dilakukan, hal ini dikarenakan belum ada obat yang mampu membidik secara langsung  organ target yang diserang oleh parasit EHP.

Penyakit pada udang yang saat ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah Indonesia adalah penyakit Early Mortality Syndrome (EMS)/Acute Hepatopancreatic Necrotic Disease (AHPND), dikarenakan penyakit ini belum ditemukan di Indonesia. Upaya pencegahan masuknya EMS/AHPND ke wilayah Indonesia adalah dengan dikeluarkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, yang melarang pemasukan obat ikan sediaan probiotik dari 6 negara yaitu China, Vietnam, Thailand, Malaysia, Mexico dan negara terakhir yang ditambahkan adalah India. Surat edaran yang dikeluarkan pada tahun 2013 ini, terus diperpanjang hingga ditemukan kejelasan dan kepastian tentang penyebab utama dan mekanisme transmisi (penyebaran) EMS/AHPND.

Manajemen kesehatan tambak yang baik, penerapan biosekuriti yang ketat, termasuk di dalamnya pemakaian induk bebas patogen dan pengelolaan air yang baik, mampu mencegah penyebaran penyakit WFD dan infeksi EHP di tambak. Penyakit EMS/AHPND belum ditemukan di Indonesia, namun tetap diperlukan kewaspadaan petani udang lokal.

Last modified: July 5, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *