Probiotik untuk Budidaya Udang

Written by | Budidaya

Bakteri probiotik merupakan bakteri yang bersifat antagonis terhadap bakteri pathogen. Bakteri antagonis dalam perannya sebagai agen pengendaloan hayati dengan menghasilkan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pathogen, kompetisi pemanfaatan senyawa (sumber nutrisi) atau kompetisi tempat menempel (lingkungan hidup), meningkatkan respon imun inang, memperbaiki kualitas air dan dapat memacu perkembangbiakan phytoplankton. Bakteri antagonis yang digunakan sebagai agen pengendalian hayati dimasukan dalam istilah probiotik.

Berikut ini adalah beberapa jenis bakteri probiotik untuk tambak udang:

  • Nitrosomonas dan Nitrobacter

Ada beberapa jenis bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter dan banyak strain di antara spesies-spesies. Sebagian besar informasi ini dapat diterapkan untuk jenis Nitrosomonas dan Nitrobacter pada umumnya, bagaimanapun, masing-masing strain memiliki toleransi tertentu terhadap faktor lingkungan dan preferensi nutrisi yang tidak dimiliki oleh strain lainnya.

Faktor Fisika-Kimia yang mempengaruhi proses nitrifikasi:

DO (Dissolved Oxygen / Oksigen Terlarut)

Oksigen merupakan gas terlarut yang memiliki peranan penting dalam nitrifikasi (minimal 1 mg/L)

  • Untuk respirasi organisme akuatik dan mikroorganisme aerob
  • Mendegradasi sisa zat organik
  • Membantu menyelesaikan metabolisme
  • Tinggi rendahnya DO dipengaruhi oleh kelarutan gas, tekanan udara, suhu, konsentrasi materi tersuspensi, kerapatan biomassa, salinitas.
  • Kelarutan oksigen berkolerasi terbalik dengan suhu dan salinitas. Semakin tinggu suhu dan salinitas, semakin rendah konsentrasi oksigen terlarutnya.

Suhu

  • Suhu optimum untuk aktivitas bakteri adalah 25 – 35 oC
  • Proses nitrifikasi terhenti pada saat suhu meningkat hingga 50 oC
  • Bakteri produksi metan akan tidak aktif bila suhu turun menjadi 15 oC; Bakteri autotroph nitrifikasi berhenti berfungsi pada suhu 5 oC; Bakteri kemoheterotrof yang merombak materi baerkarbon menjadi dorman apabila suhu air mencapai 2 oC
  • Suhu optimum bagi proses nitrifikasi adalah 28 oC

pH

  • Indikator yang menyatakan konsentrasi hydrogen di dalam media
  • pH rendah menghambat pertumbuhan organisme nitrifikasi dan mendorong pertumbuhan organisme berfilamen
  • pH optimum bagi bakteri nitrifikasi 7.2 – 9.0; 7.5 – 8.6

Konsentrasi Substrat (Amonia, Nitrit, Alkali)

  • Besarnya jumlah substrat penghasil energi yang tersedia merupakan salah satu faktor pembatas yang menentukan kinerja biofilter secara umum
  • Semakin besar ammonia, nitrit dan alkali semakin tinggi pula laju nitrifikasi dan semakin tebal pula biofilm yang terbentuk.

Nutriment

Semua jenis Nitrosomonas menggunakan ammonia (NH3) sebagai sumber energi selama konversi kepada nitrit (NO2). Amonia pertama-tama diubah (terhidrolisis) menjadi senyawa amina (NH2) kemudian dioksidasi menjadi nitrit. Proses konversi memungkinkan Nitrosomonas untuk memanfaatkan beberapa senyawa amina sederhana.

Warna dan bau

Sel-sel bakteri nitrifikasi memiliki warna kemerahan (Nitrosomonas) sampai kecoklatan (Nitrobacter)

Bacillus sp

Bacillus sp merupakan bakteri Gram positif, berbentuk batang, dapat tumbuh pada kondisi aerob dan anaerob. Sporanya tahan terhadap panas (suhu tinggi), mampu mendegradasi karbohidrat.

Bacillus sp mempunyai sifat:

  • Mampu tumbuh pada suhu lebih dari 50 oC dan suhu kurang dari 5 oC,
  • Mampu bertahan terhadap pasteurisasi,
  • Mampu tumbuh pada konsentrasi garam tinggi (>10%),
  • Mampu menghasilkan spora,
  • Mempunyai daya proteolitik (degradasi protein) yang tinggi dibandingkan dengan mikroba lainnya.

Bacillus merupakan bakteri aerob obligat atau fakultatif dan positif terhadap uji enzim katalase.

Beberapa spesies Bacillus menghasilkan enzim ekstraseluler seperti protease, lipase, amilase dan selulase yang bisa membantu pencernaan dalam tubuh hewan. Jenis Bacillus (Bacillus cereus, Bacillus calusi, Bacillus pumilus) termasuk dalam lima produk probiotik komersil yang terdiri dari spora bakteri yang berpotensi untuk menjadi immunostimulan dan aktivitas antimikroba pathogen.

Senyawa antimikroba lain yang dihasilkan oleh Bacillus sp adalah basitrasin, pumulin, laterosporin, gramisidin dan triocidin yang efektif melawan bakteri Gram positif serta kolistin dan polimiksin bersifat efektif melawan bakteri Gram negatif. Sedangkan difficidin memiliki spektrum lebar, mikobacilin dan zwittermicin bersifat anti jamur.
Bacillus subtilis

Bakteri Bacillus subtilis adalah jenis bakteri yang umum ditemukan di tanah, air, udara dan materi tumbuhan yang terdekomposisi. Termasuk kelompok bakteri gram positif, aerob, mampu membentuk endospore. B. subtilis memiliki kemampuan memproduksi antibiotic dalam bentuk lipopeptide, salah satunya adalah iturin. Iturin membantu B. subtilis berkompetisi dengan mikroorganisme lain dengan cara membunuh mikroorganisme lain atau menurunkan tingkat pertumbuhannya. Iturin juga memiliki aktivitas fungisida terhadap pathogen. Serta menghasilkan subtilin sebagai antibiotic yang digunakan untuk menekan populasi bakteri pathogen.

Pada beberapa penelitian ditemukan bahwa penambahan B. subtilis perairan dapat meningkatkan kualitas perairan dengan mengurangi kosentrasi CO2 perairan. Penggunaan B. subtilis pada tambak udang menunjukan bahwa B. subtilis mampu meningkatkan kesintasan larva udang dan mencegah dari penyakit vibrioisis akibat Vibrio harveyi. Selain itu B. subtilis secara alami bersimbiosis pada saluran pencernaan udang.

B. subtilis memerlukan kondisi optimum untuk tumbuh. Berikut adalah kondisi fisika-kimia air optimum bagi bakteri ini:
– DO : Bakteri ini adalah jenis aerob obligat, makin tinggi DO maka makin baik untuk
pertumbuhan optimalnya. Minimalnya pada kisaran 2 mg/L.
Suhu : Suhu optimal untuk tumbuh bagi B. subtilis adalah antara 25 – 35 oC.
pH : pH optimal antara 7 – 8

  • Bacillus licheniformis
    Bacillus licheniformis merupakan bakteri gram positif, berbentuk batang dengan panjang berbentuk batang silindris atau elips (oval) dan terdapat pada sentral atau parasentral. Suhu maksimum pertumbuhannya adalah 50 – 55 oC dan suhu minimumnya 15 oC. B. licheniformis merupakan spesies bakteri yang mampu menghasilkan protease dalam jumlah yang tinggi. Jenis protease yang dihasilkan oleh bakteri ini adalah enzim ekstraseluler yang tergolong proteinase serin karena mengandung serin pada sisi aktifnya.
  • Bacillus megaterium
    Bacillus megaterium masuk ke dalam bakteri gram positif penghasil spora dan memiliki sifat aerob obligasi serta ukuran sel 2 x 4,5 µ (berbentuk batang). Bakteri ini merupakan penghasil utama untuk Vitamin B12 dan penicillin.

Selain itu, juga dapat memproduksi enzim yang berfungsi untuk sintetik steroid dan stabilitas yang baik. Penicillin merupakan antibiotic alami yang dapat berfungsi untuk menekan pertumbuhan bakteri pathogen seperti bakteri Vibrio.

Last modified: June 23, 2017

One Response to :
Probiotik untuk Budidaya Udang

  1. painful says:

    Tһis іѕ a topic ԝhiⅽh іs close to my һeart…
    Cheers! Where are your contact details though?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *