Siphon; Metode Mengeluarkan Lumpur dari Tambak Udang

Written by | Budidaya

Cara melakukan siphon yang tepat dan benar dapat diketahui setelah terlebih dahulu membekali diri dengan pengertian terhadap siphon itu sendiri. Siphon pada tambak udang adalah teknik penyedotan terhadap lumpur yang berada di bawah tanah dasar dengan menggunakan selang dan berlanjut ke saluran pembuangan dengan menggunakan energi gravitasi dan tekanan air.

Barulah, setelah memahami apa yang dimaksud dengan siphon pada tambak udang tersebut, selanjutnya penjelasan terkait cara melakukan siphon yang tepat dan benar. Agar hal yang diinginkan tersebut dapat tercapai, yang mesti diperhatikan adalah untuk tambak semi dan intensif harus memiliki saluran pembuangan dengan dua pilihan, yaitu yang berawal dari tengah tambak maupun yang berawal dari pinggir tambak.

Dalam praktik pemasangannya, buis beton dipasang secara vertikal di tengah-tengah guna pemasangan paralon pada semua penjuru. Pada paralon tersebut disematkan lubang-lubang kecil dan dipasangkan selang guna menjangkau lumpur yang lebih jauh atau lebih dalam.

Cara kerja dari siphon jenis ini adalah dengan memasang saluran pembuangan di luar tambak. Lumpur yang dimaksudkan untuk dibersihkan akan dibawa keluar menuju saluran pembuangan dengan catatan bahwa penutup dari saluran pembuangan tersebut terbuka dan siap mengalirkan lumpur yang hendak dibuang.

Yang perlu menjadi catatan di sini adalah letak atau arah kincir harus mampu mengumpulkan lumpur yang hendak dibuang berada atau mengarah pada saluran pembuangan. Jika lumpur tersebut tidak dapat terjangkau dengan paralon, dapat memanfaatkan selang untuk menjangkau area lumpur yang lebih jauh lagi. Penggunaan siphon sebagai teknik penyedotan lumpur ini tergolong fleksibel, asalkan kebersihan tambak harus terjaga selama proses budidaya berlangsung.

Berbisnis dengan makhluk hidup, baik itu untuk konsumsi atau sekadar dipelihara, membutuhkan ketelatenan dalam menjalankannya. Terlebih lagi jika perawatan yang dilakukan terkait dengan kondisi tubuh dari hewan yang dibudidayakan. Keberadaan udang sendiri di Indonesia, jelas bukan sebagai peliharaan, melainkan dimaksudkan untuk dapat dikonsumsi dengan layak. Oleh sebab itu, di sinilah peranan pentingnya teknik siphon dalam memisahkan elemen kurang bermanfaat dari produksi tambak udang.

Pengangkatan lumpur melalui teknis siphon hanya satu dari sekian ragam cara mengolah lahan yang bisa diaplikasikan untuk tambak udang. Di samping dari itu, ada beberapa cara pengolahan lahan lainnya yang bisa dilakukan, seperti:

  • Membajak tanah atau mencangkul tanah di dasar tambak guna mengeluarkan gas-gas beracun, seperti H2S dan amoniak yang melekat pada partikel tanah. Juga bermanfaat sebagai penggembur tanah dan pembunuh bibit penyakit sebab paparan sinar matahari. Metode ini disebut pembalikan tanah.
  • Pengapuran dengan kapur zeolit dan dolomit dalam dosis 1ton/ha. Fungsinya sebagai penetral keasaman tanah dan tentunya sebagai pelumpuh bibit-bibit penyakit. Setelah proses pengapuran selesai dilakukan, selanjutnya tanah dibiarkan mongering guna membunuh bibit penyakit secara sempurna.
  • Pemberian pupuk. Langkah ini dilakukan guna mengembalikan tingkat kesuburan tanah dan menghindarkan tanah dari serangan bakteri yang membahayakan serta tidak bermanfaat bagi keberlangsungan produksi tambak udang.

Demikian berbagai cara terkait pemberdayaan tambak udang. Dari penjabaran di atas, para pebisnis tambak udang dapat terbantu dengan adanya penjelasan tentang cara melakukan siphon yang tepat dan benar. Berbagai uraian di atas bisa dijadikan sebagai acuan dalam menentukan langkah demi langkah saat membudidayakan udang. Mengetahui cara melakukan siphon yang tepat dan benar tentu penting untuk dikuasai pebisnis udang.

Last modified: June 7, 2017

One Response to :
Siphon; Metode Mengeluarkan Lumpur dari Tambak Udang

  1. slurry says:

    It is not mʏ first time to go to see this websіte, i am visiting this site dailly and obtain good facts from here daily.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *